Profil UPTD Puskesmas Padaherang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas diantaranya yaitu penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang disesuaikan dengan tatanan Desentralisasi atau Otonomi Daerah di Bidang Kesehatan.

Sistem Informasi Kesehatan ini diharapkan dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah, memberikan analisis-analisis yang mendukung penyediaan dana atau anggaran, memberikan data dan informasi sebagai landasan pengembangan sumber daya dan lain-lain, sehingga dapat memberikan arah kepada para penentu kebijakan untuk pengambilan keputusan berlandaskan fakta (Evidence Based Decision Making).

Salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan di tingkat Puskesmas yaitu Profil Kesehatan Puskesmas yang dapat digunakan sebagai sarana penyedia data dan informasi dalam rangka evaluasi tahunan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.

Upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas Padaherang pada tahun ini lebih diarahkan ke upaya preventif dan promotif berupa peningkatan kemampuan keluarga dan masyarakat, perbaikan mutu lingkungan hidup, perbaikan status gizi, pengurangan angka kesakitan, peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat.

Terdapat sejumlah keberhasilan dalam pelayanan puskesmas diwilayah binaan Puskesmas Padaherang, antara lain :

  1. Berkurangnya atau menurunnya jumlah kematian neonatal, kasus bayi lahir mati ( IUFD) dan kematian Ibu.
  2. Meningkatnya cakupan balita ditimbang

Layani dengan SEHATI (Sopan, Empati, Handal, Adil, Teladan, Inovatif)

Secara umum dapat digambarkan bahwa pencapaian upaya-upaya kesehatan di Puskesmas Padaherang belum sepenuhnya tercapai, karena ada beberapa yang masih jauh dari target. Hal ini tidak lain masih banyak kendala dalam pelaksanaan pencapaian program tersebut. Baik dari segi sarana prasarana, tenaga, maupun pembiayaan program serta kesadaran masyarakat akan kesehatan yang masih rendah. Berbagai permasalahan tersebut kemudian kami jadikan dasar untuk perencanaan kegiatan tahun berikutnya atas dasar analsis situasi dan tahapan lainnya.