INOVASI MENYETING GIGI EMAS

        Stunting  menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tidak memadai.Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya.Selain itu, stunting juga dapat membuat anak mudah sakit,mempunyai postur tubuh kecil ketika dewasa dan menyebabkan kematian pada usia dini.

Langkah-langkah dalam pencegahan stunting adalah :

a. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

  b. Beri ASI Ekslusif sampai berusia enam bulan

  c. Dampingi ASI dengan MPASI sehat

  d. Terus memantau tumbuh kembang anak

  e. Selalu jaga kebersihan lingkungan

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Tahun 2019 di Kabupaten Pangandara ada 252 stanting dan  8 anak stunting disumbang Puskesmas Padaherang. Hal ini harus segera diatasi agar tidak terjadi penambahan stunting.

Untuk Mengatasi masalah stunting,Kepala Puskesmas Padaherang membuat inovasi berjudul MENYETING GIGI EMAS (Mencegah Stunting melalui inovasi Gemalur,Insasi E,Bugiza, Pokmas Pejam dan Aliran) yaitu lima pilar inovasi yang telah dilaksanan sejak tahun 2017.

I.1 Tujuan Inovasi

      a. Mencegah stunting

      b. Memberikan edukasi tentang makanan yang sehat (Gemalur)

      c. Mengajak keluarga agar berperan dalam pemberian ASI Ekslusif (Insasi E)

      d. Menggalang dana untuk mengatasi permasalahan gizi didesa (Bugiza)

             e. Memberikan solusi kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban (Pokmas Pejam)

       f. Mencegah angka kematian ibu dan BBLR (Aliran)

I.2 Manfaat inovasi

     a. Tidak ada balita Gizi buruk dan stunting

     b. Balita Gizi buruk berubah menjadi gizi kurang dan baik

     c. Cakupan ASI ekslusif meningkat yang tadinya 38% menjadi 85%

     d.Tertanganinya permasalahan gizi di desa

     e.Tidak ada lagi masyarakat yang BABS (buang air besar sembaran)

     f. Tidak ada kematian ibu akibat melahirkan dan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)

II.  Keunikan/Kebaruan

     Inovasi menyeting Gigi Emas merupakan jabaran dari pemetaan sektor  kesehatan yang mampu mencegah stunting. Inovasi ini mempunyai kelebihan dibanding inovasi yang ada pada umumnya.karena inovasi ini dapat menggabungkan lima inovasiyang ada di Puskesmas Padaherang, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan stunting dengan cepat.

Aspek kebaruan lain dari inovasi ini adalah mandiri, yaitu bahwa semua inovasi  meskipun di gabung mempunyai sifat yang mampu mengintervensi stunting masing-masing tanpa bergantung pada inovasi lainnya

 III. Implementasi dan Efektifitas

  1. Implementasi

           1. Gemalur 2019

                Gerakan makan telur dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.Pada masa pandemi gemalur dilaksanakan di rumah masing-masing dan dipantau oleh kader dasa wisma.

           2. Insas E 2019

Kegiatan Insasi E (Instruktur Asi Ekslusif) adalah memberika edukasi  kepada anggota keluarga (sebagai komando) agar memotivasi ibu nifas untuk tidak memberikan makanan selain ASI selama enam bulan kepada bayinya.

  • Bugiza 2017

   Setiap bulan ada donatur yang memberikan dana untuk Kegiatan Bugiza yaitu   pemberian makanan tambahan kepada balita gizi buruk, gizi kurang ,stunting dan ibu hamil yang anemia.

  • Pokmas Pejam 2017

Kelompok masyarakat peduli jamban memberikan penyuluhan dan memotivasi masyarakat untuk merubah prilakunya dari yang biasanya BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menjadi BAB di jamban yang sehat.

  • Aliran 2019

Alrm di seting pada handpone bidan desa sebagai pengingat bila ada ibu hamil yang akan melahirkan seminggu sebelum taksiran persalinan maka alarm tersebut akan berbunyi.

  • Evektifitas

Lima inovasi tersebut dilaksanakan secara bersama-sama sehingga dapat mengefektifkan dana, tenaga dan biaya dalam  pencegahan stunting.

  1. Dampak
  2. Data sebelum ada inovasi
TahunJumlah Gizi KurangJumlah Gizi BurukJumlah Stanting
2016691915
  • Data setelah ada inovasi bugiza dan pokmas pejam
TahunJumlah Gizi KurangJumlah Gizi BurukJumlah Stanting
2017391915
20185178
20192958
  • Data setelah ada inovasi menyeting gigi emas
TahunJumlah Gizi KurangJumlah Gizi BurukJumlah Stanting
20201200
  • Keberlanjutan

Aspek Sosial.Inovasi ini dapat merubah prilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sehingga mudah diterapkan dan akan berkelanjutan.

Aspek Ekonomi. Kegiatan-kegiatan inovasi ini tidak membutuhkan dana yang besar sehingga inovasi ini dapat terus berlanjut.

  • Potensi Reflikasi.

                Pilot projekt inovasi ini di desa Paledah Kabupaten Pangandaran. Setelah adanya keberhasilan di desa Paledah maka inovasi ini sudah direflikasikan ke Desa Padaherang,Karangapawitan,Kedungwuluh,Karangmulya,Pasirgeulis,Cibogo,Maruyungsari dan Panyutran.

Inovasi ini mudah dilaksanakan dalam berbagai karakteristik masyarakat sehingga dapat direflikasikan di kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran bahkan Indonesia dan dunia agar tidak ada lagi kasus stunting.

INOVASI menyeting gigi emas dimasa pandemi : https://www.youtube.com/watch?v=U-7bz1RdYkU

INOVASI menyeting gigi emas sebeleum pandemi : https://www.youtube.com/watch?v=bVm7xslAfpA